facebookPencarian
Beranda . Profil . photo . pesan (1)
pemberitahuan . teman . obrolan (1)
suly balkadaba ingin menjadi teman anda Konfirmasi

sudahkah anda bersyukur?


kiriman untuk:ALLAH DAN RASUL
ORANG YANG MUNGKIN ANDA
KENAL DAN PASTI TERKENAL
suly
terus belajar dan berbenah
untuk menjadi pribadi yang
berdaya guna

<([ KAUM NABI NUH ])>



KAUM NABI NUH Kaum atau bangsa pertama yang
dibinasakan secara massal oleh
Allah adalah kaum Nabi Nuh.

Allah memusnahkan mereka dengan
mendatangkan banjir besar yang
menenggelamkan mereka. “Maka mereka mendustakan Nuh, kemudian Kami selamatkan dia dan
orang-orang yang
bersamanya di dalam bahtera, dan Kami tenggelamkan orang-orang
yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya)
.” (Surat Al-A’raaf ayat 64).



Menurut Perjanjian Lama, kitab
suci orang Yahudi dan Nasrani
yang sudah tidak asli itu, banjir
zaman Nabi Nuh itu melanda
seluruh dunia: Dan Tuhan melihat
bahwa kejahatan manusia di bumi adalah besar, dan bahwa
setiap imajinasi dari pikiran-
pikiran dalam hatinya hanya
perbuatan jahat. Dan ini
menjadikan Allah menyesali
bahwa Dia telah menciptakan manusia di bumi, dan ini
menyedihkan hati-Nya.


Dan Tuhan berkata, “Aku akan
membinasakah manusia yang
telah Kuciptakan dari permukaan
bumi, kedua jenis yang ada, manusia dan binatang, dan
segala yang merayap, dan
unggas-unggas di udara, yang
mereka telah mengecewakan-Ku
yang telah menciptakan mereka.
-Akan tetapi, (Nabi) Nuh mendapatkan kasih sayang di
mata Tuhan. (Kejadian, 6: 5-8).


Namun menurut penyelidikan
para ahli, banjir yang terjadi
saat itu tidak melanda seluruh
dunia, melainkan hanya terjadi di daerah Mesopotamia (kini
termasuk wilayah Iraq),
khususnya di daerah lembah
antara sungai Eufrat dan sungai
Tigris.


Namun karena lembah itu
demikian luasnya sehingga ketika terjadi hujan super lebat
berhari-hari, meluaplah kedua
sungai itu lalu airnya
menenggelamkan lembah di
antara dua sungai tersebut.


Demikian banyak airnya sehingga lembah itu berubah seperti laut
lalu menenggelamkan seluruh
ummat Nabi Nuh yang ingkar di
lembah itu.


Pada tahun 1922 sampai 1934
Leonard Woolley dari The British Museum dan University of
Pensylvania mempimpin sebuah
penggalian arkeologis di tengah
padang pasir antara Baghdad
dengan Teluk Persia. Di tempat
yang diperkirakan dulunya pernah berdiri sebuah kota
bernama Ur, mereka melakukan
penggalian

.
Dari permukaan tanah hingga
lima meter ke bawah terdapat
sebuah lapisan tanah yang berisi berbagai benda yang terbuat
dari perunggu dan perak. Ini
benda-benda peninggalan bangsa
Sumeria yang diperkirakan hidup
sekitar 3.000 tahun sebelum
Masehi.


Mereka bangsa yang telah dapat membuat benda dari logam.
Di bawah lapisan pertama itu
mereka menemukan sebuah
lapisan kedua berisi deposit pasir
dan tanah liat setebal 2,5 meter. Pada lapisan itu masih terdapat
sisa-sisa hewan laut berukuran
kecil.


Yang mengejutkan, di bawah
lapisan pasir dan tanah liat itu
terdapat lapisan ketiga berisi benda-benda rumahtangga yang
terbuat dari tembikar.


Tembikar itu dibuat oleh tangan manusia.
Tidak ditemukan benda logam
satu pun di lapisan itu.
Diperkirakan benda-benda peninggalan masyarakat Sumeria
kuno yang hidup di Zaman Batu.


Diperkirakan oleh para ahli,
lapisan kedua itu adalah endapan
lumpur akibat banjir yang terjadi
pada zaman Nabi Nuh. Banjir itu telah menenggelamkan
masyarakat Sumeria kuno yang
kemungkinan besar mereka
adalah kaum Nabi Nuh lalu
lumpur yang terbawa banjir itu
menimbun sisa perabadan masyarakat tersebut.


Berabad-abad, atau puluhan abad
kemudian setelah banjir berlalu,
barulah hadir kembali
masyarakat baru di atas lapisan
kedua itu, yakni masyarakat Sumeria ‘baru’ yang
peradabannya jauh lebih maju
daripada masyarakat Zaman
Batu yang tertimbun lumpur itu.


Penyelidikan arkeologis di
beberapa tempat mendapatkan keterangan, banjir melanda
daerah yang memang sangat
luas, yakni membentang 600 km
dari utara ke selatan dan 160
km dari barat ke timur.


Banjir itu telah menenggelamkan sedikitnya empat kota
masyarakat Sumeria kuno, yakni
Ur, Erech, Shuruppak dan Kish.
Terbukti, banjir itu tidak
melanda seluruh dunia, tetapi
hanya melanda wilayah yang didiami ummat Nabi Nuh. Daerah
lain yang bukan wilayah ummat
Nabi Nuh tidak terlanda banjir.


Hasil penyelidikan para arkeolog
tersebut dengan firman Allah
dalam Al-Quran, bahwa Ia hanya membinasakan masyarakat suatu
negeri yang telah diutus seorang
Rasul kepada mereka, lalu
mereka mengingkarinya. Negeri
lain tidak.

“ Dan tidaklah Rabbmu
membinasakan kota-kota sebelum Dia mengutus di ibukota
itu seorang rasul yang
membacakan ayat-ayat Kami
kepada mereka; dan tidak
pernah (pula) Kami
membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam keadaan
melakukan kezhaliman. (Surat Al-
Qashash ayat59)


Dalam Al-Quran diriwayatkan,
Allah memerintahkan Nabi Nuh
untuk mengangkut masing- masing hewan sepasang (jantan
dan betina) ke dalam
bahteranya: Hingga apabila
perintah Kami datang dan dapur
telah memancarkan air, Kami
berfirman:”Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari
masing-masing binatang
sepasang (jantan dan
betina), dan keluargamu
kecuali orang yang telah
terdahulu ketetapan terhadapnya dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman”. Dan tidak
beriman bersama dengan
Nuh itu kecuali sedikit. (Surat Hud ayat 40).


Pertanyaan yang mungkin muncul, apakah seluruh hewan di muka bumi ini dinaikkan ke perahu Nabi Nuh?

Para ahli kitab dari kalangan
Kristen menafsirkan, seluruh hewan yang ada di muka bumi,
masing-masing sepasang,
dinaikkan ke perahu Nabi Nuh.
Sebab, seperti dikatakan di awal,
dalam kitab mereka dikatakan
banjir terjadi secara global. Jadi yang harus diselamatkan pun
harus seluruh spesies makhluk
hidup yang ada di muka bumi ini.


Penafsiran seperti itu jelas
membingungkan mereka sendiri.
Pertama, pengikut Nabi Nuh sangat sedikit karena
kebanyakan mereka ingkar.
Dengan tingkat ilmu
pengetahuan dan teknologi yang
sangat rendah serta personil
mereka yang sangat sedikit, bagaimana caranya mereka
mengumpulkan ribuan atau
ratusan ribu spesies makhluk
hidup yang ada di muka bumi ini?


Berarti harus ada pengikut Nabi
Nuh yang dikirim ke berbagai penjuru dunia, lalu membawa
pulang ribuan spesies yang
mereka temui dengan bahtera
yang sangat besar. Ada pengikut
Nabi Nuh yang dengan sebuah
bahtera besar dikirim kutub utara dan selatan untuk
membawa sepasang beruang
kutub, sepasang burung pelikan,
sepasang anjing laut dan
berbagai hewan kutub lainnya,
lalu semua itu dibawa pulang negeri mereka.


Juga harus ada satu ekspedisi
bahtera yang dikirim ke benua
Amerika untuk membawa
sepasang bison, sepasang
harimau, sepasang beruang, sepasang ular anaconda,
sepasang lintah, sepasang ikan
piranha, sepasang sapi, sepasang
cheetah, sepasan kambing,
sepasang burung nasar,
sepasang serigala, sepasang kutu anjing, serta sepasang
ribuan spesies hewan lainnya
dari benua itu.


Berapa tahun yang mereka
butuhkan untuk dapat
mengumpulkan semua hewan itu?

Berapa banyak makanan hewan
yang harus mereka siapkan?

Bagaimana mereka bisa
membedakan kutu jantan dan
kutu betina?

Ada berapa ribu
kandang yang harus mereka siapkan di bahtera agar para
hewan itu tidak saling
memangsa?

Setelah sekian bahtera itu
kembali pulang, ribuan atau
ratusan ribu spesies hewan dari seluruh penjuru dunia itu
dimasukkan ke dalam satu
bahtera Nabi Nuh. Bagaimana
ratusan ribu spesies dari
berbagai penjuru dunia bisa
bertahan hidup terpisah dengan habitat alamiahnya hingga banjir
surut?

Apakah sementara itu
siklus rantai makanan berhenti
berputar?


Tidak mungkin!


Berbagai pertanyaan itu tidak
akan dapat dijawab dengan logis oleh mereka yang mendukung
tafsiran banjir global pada zaman
Nabi Nuh.


Adapun Al-Quran tidak menyebut
banjir masa Nabi Nuh melanda
seluruh dunia. Sebagaimana dijelaskan pada berbagai ayat
Al-Quran, adzab Allah hanya
ditimpakan kepada kaum yang
zhalim yang mendustakan ajaran
nabinya, tidak kepada kaum lain.


Jadi adzabnya pun hanya bersifat lokal atau regional.
Karenanya hewan yang diangkut
Nabi Nuh pun tidak berasal dari
seluruh dunia, melainkan hanya
hewan yang terdapat di wilayah
itu, khususnya hewan yang biasa dipelihara dan diternakkan
manusia, seperti sapi, kambing,
kuda, unggas, unta dan
sejenisnya.


Hewan-hewan itulah
yang dibutuhkan Nabi Nuh dan
pengikutnya untuk menyangga kehidupan baru mereka pasca
banjir besar

Lihat Artikel Lain
MENU
  • halaman utama
  • terjemah al-Qur'an
  • artikel islami (miracle)
  • paradigma pria
  • paradigma wanita
  • paradigma romansa
  • facebook status via
  • primbon jodoh
  • bila suka wap ini silahkan
    like dan share ke facebook kamu
    Share
    Share
on Facebook | Share on Twitter

    beranda ·  photo ·  Pengaturan
    profil (suly balkadaba)
    Ada masalah? Coba sholat'lah

    Disneyland 1972 Love the old s